Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pandangan pribadi, kenapa saya mengatakan kurang bagus karena ekspektasi saya TIDAK BERTEMU dengan realita, ini adalah beberapa pengalaman kurang bagus yang saya alami dari beberapa aspek dan mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kalian sebelum datang ke Australia. Tapi tetap bersyukur 🙏.
Saya akan update informasi-informasi yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kalian sebelum memutuskan ikut program Work and Holiday Visa Australia, ingat perbanyak membaca dan masuk group WHV ya guyss, semangat 🙌
SUSAHNYA MENCARI PEKERJAAN
Saya kira akan sangat mudah mencari pekerjaan di Australia mesikpun tanpa pengalaman yang memadai, ternyata tidak semudah itu guys! dari awal baru sampai di Australia saya menganggur selama 3 minggu lebih sampai akhirnya mendapatkan pekerjaan pertama di minggu ke-4. Sedikit cerita tentang saya, selama di Indonesia saya memiliki beberapa pengalmaan bekerja di bidang hospitality sebagai waiter dan dishwasher tapi sepertinya rekomendasi dari teman dan kegigihan untuk terus meng-apply (bisanya ada yang spam ke email perusahaan yang dituju baru dapet balasan) adalah kunci mendapatkan kerja di Australia. Sepertinya memangnya ada banyak pekerjaan tapi karena kita masih baru jadi tidak tau bagaimana sistem yang terbaik untuk meng-apply pekerjaan sesui dengan role dan jenis perusahaanya.
Saya sudah melakukan berbagai cara seperti apply di beberapa aplikasi pencari kerja seperti Seek dan Indeed, mencari pekerjaan secara offline dengan menyebar resume door to door, membuat sertifikasi RSA dan White Card, tapi yang membuat saya berhasil mendapatkan pekerjaan adalah jalur rekomendasi teman .
1. jadi tukang bersih-bersih
Pekerjaan pertama yang saya lakukan adalah membersihkan rumah. Saya hanya bekerja 1 hari saja saat itu Bersama dengan 2 orang teman saya. Kebetulan yang memberikan pekerjaan adalah pasangan suami istri asal Indonesia. Mereka sangat baik, bahkan kami dijemput, diberi tumpangan pulang dan dibelikan burger Alfred’s Kitchen (kalian wajib coba kalau ke perth guys, mayan jauh si tapi wkwk), selain itu kami juga diajak berkeliling dan diberi upah yang lumayan banyak, padahal kami tidak terlalu banyak bebersih dan dengan jam kerja yang tidak terlalu panjang juga. Svaha sehat selalu ya om and tante, makasi banyak untuk semua pertolongannya 🙏.
2. jadi casual allrounder
Pekerjaan kedua yang saya dapatkan adalah bekerja menjadi casual allrounder di restoran Fish and Chips di Atwell. Ini adalah pekerjaan pertama saya di restoran cepat saji, saya mendapatkan pekerjaan ini dari teman juga. Saya hanya bekerja 1 kali seminggu dan bekerja hanya 3 kali di tempat ini, bayarannya sekitar AUD $21 per jam dan bekerja hanya 4 jam per shift. Pertama kali bekerja disana saya diberikan training bagaimana cara membungkus makanan, yap! wraping makanan adalah pekerjaan saya di hari pertama. Dihari-hari kerja berikutnya saya ditraining untuk menjadi kasir-menrima pesanan dan memasak menu makanan disana. Jadi jangan takut dihari pertama kalian akan langsung diberikan pekerjaan yang banyaj dan sulit (tapi ini tergantung tempat kerja dan CV kalian juga)
3. jadi kuli penghancur bangunan
Pekerjaan ketiga saya sekaligus pekerjaan yang masih saya lakukan sampai saat ini adalah bekerja sebagai casual laborer di perusahaan demolation, atau kalau di Indonesia namanya kuli bangunan .
Saya mendapatkan pekerjaan ini dari teman lagi wkwk. Disini saya mendapat jam kerja yang stabil yaitu 8 jam per hari dengan rate $30 per jamnya dan jadwal kerja dari senin sampai jumat, bahkan saya pernah bekerja 10 jam per hari. Namun saat musim dingin seperti sekarang, saya pernah tidak bekerja selama 1 minggu lamanya, atau terkadang hanya 2 – 3 hari bekerja dalam seminggu.
Banyak jenis pekerjaan dan pengalaman yang saya dapatkan bekerja disini, dari prosedur keamanan yang ketat, menggunakan alat-alat konstruksi dan belajar membawa alat berat. Menurut saya ada beberapa tantangan bekerja di perusahaan demolation yaitu tempat kerja yang berpindah-pindah, ini dikarenakan kita akan bekerja menyesuaikan dimana letak bangunan yang akan dihancurkan.
karena berpindah-pindah tempat kerja, saya yang tidak memiliki kendaraan pribadi harus selalu bisa menyesuaikan jadwal dengan public transport serta terkadang memesan uber jika public transport tidak mencapai lokasi tempat kerja.
4. jadi kuli ke daerah pertambangan
Pekerjaan keempat yang saya sempat lakukan adalah pekerjaan casual labourer ke daerah Newman selama 5 hari. Lagi-lagi saya mendapatkan pekerjaan ini dari teman
Saat itu saya bekerja 12 jam per hari dengan rate $40 per jamnnya. Pekerjaan saya tidak beda jauh dengan yang di city bahkan bisa di bilang jauh lebih mudah karena saya hanya mengambil dan menyediakan barang yang diminta, dari makanan serta tempat tinggal semuanya ditanggung. Kesulitannya hanya jam kerja yang panjang (12 jam) dan perjalanan yang jauh.
bekerja selama 12 jam ini pun sebenarnya sudah termasuk durasi perjalanan dari camp (oasis hotel) menuju ke daerah tambang. Sebelum memulai pekerjaan kami melakukan induction terlebih dahulu, induction adalah proses pengenalan serta training apabila kita ingin bekerja di daerah mining site, dalam proses induction kita akan mempelajari berbagai macam materi pembelajar tentang site serta harus benar menjawab pertanyaan disetiap sectionnya.
Ini adalah pekerjaan dengan gaji yang paling besar selama saya di Australia, jika kalian tertarik kalian bisa cari tentang “FIFO job” di google.
Disini saya belajar banyak hal karena bos-bos saya ikut kerja secara langsung. Saya diajarkan step by step bagaimana manual handle yang benar, bagaimana cara melakukan pekerjaan dengan benar bukan hanya “sekedar selesai” jadi skill saya juga banyak ter-upgrade dari pekerjaan ini. Situasi selama saya bekerja di mining site benar-benar disiplin karena itu saya tidak bisa mengambil banyak gambar, selain itu juga entah kenapa banyak sekali lalat di daerah mining ini, biasanya lalat-lalat ini mencari daerah-daerah badan yang lembab seperi mata dan hidung.
Untuk suhu dan cuaca, karena selama saya bekerja baru memasuki musim kering untuk daerah atas Australia jadi setiap harinya cerah namun tidak panas, rasanya seperti berada di puncak gunung yang tinggi (menurut saya aja si), tapi apabila didaerah bawah (di daerah selatanya Australia) memasuki musim panas maka didaerah atas (di daera utaranya Australia) panasnya bisa encapai 43 Celcius!
5. jadi kuli panggilan
Beberapa kali saat weekend, saya bekerja di rumah teman untuk membersihkan taman dan juga merapikan halaman depan rumah mereka. Kalau pekerjaan yang ini saya di bayar $25 cash on hand .
Saya kenal dengan teman saya ini saat saya dan teman-teman kebingungan mencari akomodasi karena akomodasi yang kami tinggali pada saat itu bermasalah, kami mengobrol dengan Landlord rumah ini dan lama kelamaan teranya obrolan kami nyambung wkwk.
Karena beliau memang ingin merenovasi rumah dan memerlukan tenaga tambahan jadi saya dipekerjakan, terima kasih orang-orang baik 🙏.
Selama menjalani lika-liku mencari dan bekerja di Western Australia ada beberapa saran yang bisa saya berikan
a. Kalau bisa jangan datang dengan tangan kosong ke Australia, maksud saya disini adalah skill. Minimal bawalah skill dan cari pengalaman practical di Indonesia seperti menjadi waiter/waitress, skill cooking seperti menjadi kitchen Hand atau bekerja di bagian cooking, skill menjadi barista atau bartender, memang hal ini tidak mudah tapi hal ini akan saya lakukan jika saya tau disini susah mencari pekerjaan untuk pemula dan minim pengalaman di bidang hospitality.
b. Bergabung dan berkumpul dengan Angkatan WHV kalian, ini adalah hal yang wajib menurut saya. Saya menyesal dulu Ketika tau di group akan ada kumpul” Angkatan WHV yang sama dengan saya tapi saya memilih tidak datang dengan alasan sibuk atau bekrja saat itu. Berkumpul dengan teman seperjuangan di Indonesia dapat menambah relasi kita dengan signifikan, banyak orang-orang yang saya kenal membuat plan saat acara kumpul-kumpul seperti ini dan selalu saja ada job yang datang dari satu sama lain. Keren banget pokoknya orang-orang yang datang ke acara-acara kayak gini. Dan kalau nggak ada yang memulai, coba kalian yang mulai duluan semangatt
.
c. Bergabung dengan group-group di sosial dan tingkatkan koneksi dengan WHV holder yang lain, khususnya kalian yang kesini sendirian. Selain mendapatkan pekerjaan kalian juga merasa lebih aman Ketika tau atau Bersama orang “Indonesia” di sekitar kalian jadi mulai lah mengechat orang lain dan tingkatkan koneksi, chat dengan sopan dan jelaskan tujuan kalian sejelas mungkin.
d. Turunkan ekspektasi mendapatkan gaji tinggi, mengerjakan pekerjaan mudah dan secara konstan seperti itu. Dari pengalaman saya ada beberapa jenis ketakutan yang benar adanya berkaitan dengan bekerja di Australia
– Gaji dibawah UMR, karena tidak ada pilihan lain terpaksa pekerjaan seperti ini tetap di ambil untuk menyambung hidup.
– Jam kerja yang singkat, bisa saja gajinya terdengar besar misal AUD $30 perjam, tapi jika hanya bekerja 4 jam per hari? bahkan bekerja di tempat tersebut hanya sekali dalam 1 minggu? Disanalah asal ketakutan tersebut dan banyak WHV holder yang memiliki lebih dari 1 job untuk bertahan hidup.
– Tempat kerja yang toxic, banyak teman saya yang melalui fase dimana mereka bekerja di temapat kerja yang menuntut banyak tanpa adanya apresiasi. Dilain sisi memang perkerja disini memiliki phase yang cepat dan intensitas yang tinggi jadi kita yang baru merasa kualahan untuk mengerjakan sesuatu belum ditambah teman kerja dan bos yang toxic dan tidak toleran.
Semoga post ini bisa jadi gambaran kalian jika ingin mengikuti program Work and Holiday di Australia, kalau ada yang mau ditanyakan atau di tambahkan silahkan tulis di kolom komentar ya jadi kita bisa diskusi dan saling bertukar cerita dengan yang lain, semangat semua
Kak gimn yang tidak ada pengalaman sama sekali, apakah mereka akan menerima kita kerja tanpa pengalaman.
Tanpa pengalaman sama sekali itu waktu saat di Indonesia kah? sepengalaman saya di Australia banyak sekali kemungkinan dan faktor yang memengaruhi bisa atau tidaknya kita mendapatkan pekerjaan. Banyak yang tidak punya pengalaman sama sekali di bidang tertentu, misal dulu kerja sebagai sales dan datang ke Australia menemukan dan melamar pekerjaan hospitality seperti waiter/waitress. Kemungkinannya cuma 2 pasti antara km keterima atau tidak.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi km keterima atau tidaknya biasanya adalah
1. Kamu memenuhi persyaratan dasar atau tidak? misal persyaratanya harus punya serrtifikasi yg sesuai seperti (RSA) atau punya kendaraan sendiri.
2. Ada orang yang merekomendasikan atau tidak?
2. Ada pengalaman atau tidak?
3. Mereka kekurangan orang atau tidak?
Jadi solusinya menurut saya, bukan di jenis pekerjaanya tapi dimana dan bagaimana km mencari pekerjaanya
1. Jika tidak memiliki pengalman sama sekali, coba ikuti khursus yang sesui dengan pekerjaan yang ingin km cari disini, sedikit tidaknya km bisa mencantumkannya nanti di CV.
2. Cari teman sebanyak-banyaknya, km bisa coba lakukan hal-hal yang saya sampein di atas pasti ada jalan nantinya.
3. Datang pada waktu yang tepat juga sangat memengaruhi apakah km akan diterima meskipun tanpa pengalaman, contohnya datang saat musim semi atau panas dimana banyak pekerjaan sehingga daya serap pekerjanya tinggi.
semoga membantu yaa, semangatt 🙌
hi salken juga, sekarang masih 1 kerjaan tapi bulan-bulan winter ini cuma dapet kerj 2-4 hari seminggu dan rencana bakal nambah kerjaan lain. untuk kiat kiatnya perbanyak masuk group WHV di telegram, WA dan Facebook serta kalau bisa sering-seringin kumpul dengan orang Indonesia sesama WHV di daerah masing” karena itu sangat membantu, untuk groupnya saya sudah taruh di highlight Instagram bisa chat-chat disana langsung ya, siapa tau rejeki ada yang bales, semangattt
Hii mau bertanya untuk program WHV apakah harus mempunyai sertifikat IELTS?
Harus ada sertifikasi Bahasa inggrisnya kak, nggak harus IELTS sii ada beberapa sertifikasi seperti PTE dan CAE yang juga bisa di pakai, bisa cek di sini ya untuk lebih lengkapnya PANDUAN WHV